Selasa, 14 Juni 2011

Sinopsis Playfull Kiss (eps 5 )

Seung Jo menahan Ha Ni di tempat tidurnya dan berkata kalau dia adalah pria berdarah panas usia 19 th seperti kata Joon Gu, dan mendekat seolah-olah akan mencium Ha Ni.
Ha Ni panik dan berkata kita seharusnya mengawali kencan dengan sehat.
Seung Jo geli, sehat? apa maksudmu itu?

Lalu Seung Jo bangun dan ketawa ngakak. Ia cuma menggoda Ha Ni.

Membuat Ha Ni malu setengah mati dan lari keluar dari kamar Seung Jo dengan menahan tangis.
Ha Ni tidak tahu kalau Eun Jo yang sudah pulang bersama ayah+ibu melihatnya.

Eun Jo masuk kamar kakaknya dan heran, apa yang terjadi mengapa Ha Ni seperti itu? Seung Jo hanya duduk dan mengambil buku bhs Inggris Ha Ni sambil geli membaca coretan2 Ha Ni.

Sementara Ha ni menangis di kamarnya. Ha Ni kesal dan ngomel, Baek Seung Jo benar-benar jahat, selalu mempermainkanku. Ha Ni memandangi surat cintanya yang diberi nilai D- oleh Seung Jo
dan berkata kalau hatinya tidak mau mendengarnya, dan ia tetap saja menyukai Seung jo meskipun Seung Jo menyebalkan setengah mati.

Paginya, teman2 Ha Ni heran mengapa Ha Ni tidak ada dalam daftar calon siswa yang akan diterima Universitas bagus. Akhirnya Ha Ni menemui guru Song Kang Yi yang dengan yakin berkata pasti ada Universitas di luar sana yang bersedia menerimamu. Tapi pilihannya tidak banyak karena nilai dan prestasi Ha Ni sangat kurang.

Tidak ada prestasi, keluarga Ha ni tidak terlalu berjasa bagi negara, ayah Ha Ni bukan seniman khusus, tidak ada apa-apa.

Ha Ni lesu dan guru Song mulai panik, Ha ni mengetuk2 bolpennya dan guru Song merebutnya, hentikan! kau membuatku gelisah.

Tapi ternyata bolpen itu dari palang merah. Ha ni adalah pendonor darah reguler. Guru Song semangat lagi, kau seharusnya mengatakan sejak awal, ah ini dia! Pilihan berbakti pada masyarakat! Universitas Parang!

Saat istirahat, Joo Ri mengeluh jadi kau masuk Univ Parang? Min ah juga? Min Ah mengangguk, ia masuk jurusan animasi.
Joo Ri : Kalian berdua pergi ke Universitas yang sama?
Ha Ni tidak terlalu yakin, masih ada interview. Meskipun aku lolos saringan pertama, aku harus menghadapi interview yang sangat selektif. Mungkin saja aku gagal.

Joo Ri berkata kenapa guru tidak mengatakan aku akan masuk ke Universitas mana, dan ia akan mulai menyantap hotdog-nya ketika Jun Gu datang merampasnya. Lihat kau ini, hentikan makan-mu.
Joo Ri marah, aku sedang kesal, kembalikan! aku heran kenapa jarang melihatmu, padahal Ha Ni ada di sini? bagaimana kau bisa muncul tiba2 seperti hantu?

Jun Gu berkata apa kalian tidak tahu? Ha Ni adalah sistem navigasiku. Dia akan mengatakan kemana aku harus pergi, lokasinya, arahnya, dan kecepatan-nya. (it's sweet Jun Gu-ah..)

Lalu Min ah melihat Seung Jo bersama seorang pria yang sepertinya perwakilan dari kampus terkenal.

Ke-empat anak itu mengintip dan melihat Seung Jo yang setengah bosan mendengarkan penjelasan orang itu. Seung Jo tampak kesal.

Dalam ruang kelas istimewa, semua anak serius belajar, kecuali satu, Baek Seung Jo. Ia hanya bertopang dagu dan akhirnya keluar. Membuat rekan2nya heran.

Seung Jo duduk sendiri dalam gelap, ia tampak merenung. (Pernah mengalami ini? saking pintarnya sampai tidak tahu apa yang ia inginkan hehehe, dulu aku punya dosen, dia pintar sekali, ketika S1 IPK 4, S2 IPK 4, akibatnya tidak ada perusahaan yang berani menggaji beliau, akhirnya..ya jadi dosen lagi huehehehe..peace Pak LJS ^_^)

Di ruang guru, Guru Song Kang Yi sibuk mengisi aplikasi Ha Ni dan guru Seung Jo mendekat untuk melihat.
Guru Song minta rekomendasi dari Wakil Kepala Sekolah, tapi ditolak, bagaimana aku bisa memberi rekomendasi untuk anak peringkat bawah?

Tapi guru Song membela, Ha Ni ini berhasil masuk peringkat 50 besar hanya dalam 2 minggu.
Wakil KepSek : Jika Oh Ha Ni berhasil masuk Universitas Parang, maka aku adalah anakmu, guru Song!
Lalu Wakil Kepsek pergi. Dan Guru song duduk tetap konsen untuk mendaftarkan Ha Ni. Guru Seung Jo memberikan vitamin C (kaya Ester C), ini buatmu, masukkan ke air dan minumlah. Untuk pertama kalinya kau seperti manusia. Guru Seung Jo langsung kabur dan Guru Song Kang Yi hanya berkata, jadi sekarang kau menyukaiku...

Malamnya, Ha Ni berkutat di depan kompinya. Ia membuat surat pengenalan seperti resume, untuk mendaftar ke Univ. Parang. Lalu ia klik klik dan tiba2 form-nya hilang! it's gone! hanya layar windows dan tiba2 ada pesan error. Ha Ni main klik saja dan voila...lenyaplah hasil ketikannya, lalu Ha Ni teriak...membuat rumah gempar.

Akhirnya Seung jo duduk dan menolong Ha Ni. Seung Jo kesal, kenapa kau membuka begitu banyak tab yang tidak perlu? (sebenarnya ngga ngefek Seung Jo, aku sering hehehe...) Eun Jo ada di belakang mereka dengan cemberut, dan Ibu dengan harap2 cemas. Bagaimana, bisa tidak?

Ha Ni mengeluh dan ribut. seung Jo membentaknya, diam! aku tidak bisa konsen. Ha Ni langsung menutup mulutnya dan menunduk.

Seung Jo akhirnya booting ulang dan mengembalikan file Ha Ni. Ha Ni senang sekali, benarkah?

Seung Jo hanya berkata cepat selesaikan! Lalu duduk di belakang kursi Ha Ni.

Ibu lega dan menyeret Eun Jo keluar, ayo Eun Jo-ah kita makan, Eun Jo entah mengapa terus saja melotot ke arah Ha Ni dan tidak ingin keluar.
Ha Ni mengucapkan terima kasih lalu melanjutkan aplikasinya.

Seung Jo tanya, Universitas Parang ya?
Ha ni : Ya, tapi kesempatanku sangat tipis karena nilai-nilaku benar2 jelek.

Seung Jo heran, dan kau tetap berusaha keras meskipun kau tidak punya kesempatan?
Ha Ni berkata dia tetap harus melakukan yang ia bisa. Seung Jo tanya, mengapa Ha Ni pergi kuliah?

Ha Ni : Mengapa? yah, untuk belajar dan...
Seung Jo : Kau tidak ada yang bagus, atau punya satu keahlian, jadi mengapa kau tetap melakukannya?

Ha Ni menjawab yah kalau tidak belajar, paling tidak aku ingin menemukan tujuan dalam hidupku. Mencari tahu apa yang kusuka dan apa keahlianku.
Seung Jo : Dan apa kau bisa tahu kalau itu terjadi?
Ha Ni dengan yakin berkata ia bisa. Yaitu ketika jantungmu berdebar dengan kencang jika kau menemukan sesuatu yang kau suka.

Ha Ni memegang dadanya. Seperti ketika ayah mencium aroma mie, jantungnya pasti berdebar kencang.

Seung Jo juga memegang dadanya, tapi tidak merasakan apapun, ia berkata Aku ingin mengalami perasaan seperti itu juga. Lalu Seung Jo sadar, ia terlalu banyak bicara, dan menutupinya dengan berkata Ahh...cepatlah! Seung Jo keluar kamar.
Ha Ni tersenyum dan berkata sendiri, aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya, kenapa aku masuk kuliah. Yah anak genius pasti punya kesulitan-nya sendiri. Hei..apa dia barusan terbuka tadi padaku?
Paginya, Guru Song Kang Yi gembira sekali, ia mendapat e-mail dari Univ Parang yang menyatakan kalau Oh Ha Ni dan Go Min Ah diterima untuk mengikuti interview. Ia menunjukkan surat itu pada Wakil Kepsek. Song Kang Yi puas sekali.
Berita itu juga diterima oleh kelas Ha Ni dan Joo Ri tanya, apa berarti kalau kalian lulus interview, maka kalian akan masuk ke Univ. Parang?

Ha Ni sedikit cemas, apa yang akan mereka tanyakan ya, aku tidak bagus kalau urusan bicara.

Tapi Bong Joon Gu dengan kepercayaan mutlak pada Ha Ni berkata tidak mungkin Ha Ni-ku gagal, kalaupun sampai gagal, ia sudah sampai sejauh itu. Ha Ni-ku sungguh hebat, iya kan? Ketika ditanya apa Ha Ni punya sesuatu yang akan membantunya. Ha Ni berkata ya..langit pasti akan membantuku.

Dan langit benar-benar membantu Oh Ha Ni dalam bentuk topan "LANANIM" yang melanda seluruh Korea. Pohon-pohon bertumbangan, angin bertiup kencang, hujan lebat, halilintar dll. Pokoknya bukan cuaca favorit untuk keluar rumah.

Ayah Ibu Baek berkata jangan pergi Ha Ni. Ha Ni berkata tidak apa-apa, kereta bawah tanah akan aman, lagipula itu cuma hujan. Ayah Baek berkata bukan hujan biasa, tapi topan! Ha Ni tetap ingin pergi.
Ayah Ha Ni juga merasa lebih baik Ha Ni tidak datang interview, tapi Ha Ni berkata apa ayah pikir aku tidak punya kesempatan? Apa ayah tidak percaya padaku?

Ha ni ingin pergi karena itu satu2nya Univ yang bersedia menerimanya, jadi untuk menunjukkan rasa terima kasih, aku harus pergi.

Akhirnya mereka mengijinkan Ha Ni pergi. Tapi kereta bawah tanah juga tidak lancar, karena cuaca buruk, air akan memenuhi rel dan penumpang harus turun di stasiun berikutnya. Ha Ni terpaksa harus berjuang melawan topan badai (dalam arti sebenarnya) untuk mencapai lokasi interview.

Di Lokasi interview Univ. Parang, tidak banyak siswa yang hadir karena cuaca buruk. Salah seorang konselor berkata apa lebih baik kita tunda saja interviewnya?

Tapi Konselor senior berkata tidak perlu, berapa banyak badai yang terjadi di daerah ini sepanjang hidup? Apa kita harus menundanya dan mengakhirinya kalau itu terjadi? Tolong panggil yang berikutnya.
Petugas : siswa berikutnya, silahkan masuk.

Ha Ni, basah kuyup dan lusuh, jalan masuk menghadap para konselor. Ha Ni duduk dan bersin, lalu tersenyum minta maaf.

Di rumah, Ibu menyiapkan makan untuk Eun Jo dan Seung Jo. Eun Jo senang karena tidak harus sekolah karena badai (wow..that's the first time haha). Ibu berkata Ha Ni tetap pergi untuk interview di cuaca buruk seperti ini. Seung Jo yang baca koran tiba2 merasa resah.

Kembali ke ruang interview. Konselor mengamati foto2 Ha ni dan tersenyum geli, ini menarik, baiklah sekarang katakan pada kami, apa yang paling kau suka.
Ha Ni tanpa berpikir menjawab, Baek Seung Jo! Para konselor heran dan Ha Ni menjelaskan, orang, maksud saya, saya tertarik dengan orang.

Oh begitu, kata Konselor. Ha Ni mulai ngoceh, akhir2 ini, saya bertanya-tanya jika kita ketemu orang lain, berapa lama kita akan bisa mengenal orang itu, apa mungkin bagi kita untuk mengerti orang itu sepenuhnya. Saya yakin saya tidak pernah akan mengerti Baek Seung Jo, bwa hahaha...

Para konselor tidak terlalu terkesan dan mereka berkata, mengapa kami harus memilihmu?
Ha Ni : Apa?
Konselor senior: surat rekomendasi gurumu setara dengan amatiran (oh Guru Song Kang Yi..jangan sampai kau mendengarnya..haha) hanya menjelaskan bahwa kau murid ranking 90 yang naik ke ranking 50 hanya dalam waktu seminggu dan turun lagi dalam ujian berikutnya. Kau juga pendonor tetap, tapi hanya berdasar itu, bagaimana kau bisa lolos tahap awal?

Konselor yang lebih muda menjelaskan kalau anak ini mendapat nilai tinggi dalam pengenalan personal, percaya dirinya lumayan tinggi dan jasa sosialnya bagus sekali. Tapi Konselor senior berkata kita tidak begitu saja memilih orang, jadi katanya pada Ha Ni, jika ada alasan mengapa kami harus memilihmu, katakan pada kami sekarang.
Ha Ni tertegun dan melihat jam. Konselor berkata, kau masih punya satu menit lagi. Ha Ni masih blank. Konselor tidak sabar dan berkata baiklah, jika tidak ada yang akan dikatakan kau tidak perlu mengatakan apapun. Terima kasih, berikutnya.

Ha Ni lemas dan ia berdiri, lalu menghormat dan jalan keluar. Tapi sebelum sampai pintu keluar, Ha Ni menoleh, maaf..Para konselor mendongak.
Ha Ni : Anda benar, anda benar sekali. Saya sama sekali tidak punya bakat apapun. Bisa lolos tahap pertama saja sudah merupakan keajaiban bagi saya. Dan saya sangat bersyukur karenanya.Tapi ada yang ingin saya katakan, Silahkan pilih murid yang nilainya bagus dan yang sudah melakukan banyak jasa dalam masyarakat, lebih dari saya. Tapi jika murid itu malas dan tidak kerja keras, jika murid itu adalah orang yang akan menyerah karena ditertawakan, dan anda pikir orang itu tidak tepat untuk kampus anda, maka pilihlah saya!
Saya lebih lambat dari kebanyakan orang, tapi saya tidak pernah menyerah. Saya selalu melakukan segalanya sampai akhir. Itulah mengapa saya dijuluki "Super Snail Star" (Bintang Keong Super), Coba saja memelihara keong.
Lalu Ha Ni membungkuk memberi hormat dan pulang.

Di rumah, Ha Ni merasa tidak yakin akan bisa lolos Univ. Parang.

Eun Jo berkata aku tahu..dan Ibu langsung membungkamnya! Ibu menghibur Ha Ni, ah kan hasilnya juga belum keluar. Benar, kata ayah Seung Jo, kau masih bisa belajar lagi dan pergi dengan Seung Jo (untuk ujian lagi)

Tapi Seung Jo tiba2 mengejutkan semuanya dengan berkata : Aku tidak akan mengikuti test. Aku tidak akan kuliah.
Ayah Seung Jo : Mengapa?
Seung Jo : Karena tidak ada yang kusukai dan aku juga tidak ingin pergi kemanapun.
Ayah Seung Jo : Lalu kau mau apa setelah lulus nanti?
Seung Jo : Aku bisa cari kerja paruh waktu.

Ayah Seung Jo membentak : Baek Seung Jo! Apa hidupmu itu adalah lelucon? Heh? Apa kau ingin hidup sesukamu?
Ibu mencoba menenangkan ayah. Dan berkata pada Seung Jo apa kau mau menjalankan bisnis dengan ibumu? Kita buka online shopping mall saja bagaimana? (Mom..aku daftar! serius..)

Seung Jo berkata lalu bagaimana aku harus hidup? Ayahnya kaget. Seung Jo melanjutkan karena dia tidak tahu bagaimana menjalani hidupnya dan ia tidak tahu apa yang harus ia pilih, ia tidak ingin hidup begitu saja tanpa motivasi. Jadi aku memilih tidak pergi kuliah.

Ayah Seung Jo tidak bisa menjawab, ia bingung,

Ayah Ha Ni berkata : Kau bisa belajar dan mengambil alih bisnis ayahmu.
Seung jo : Kalian tahu betapa egoisnya aku kan, aku tidak punya rencana mengambil alih bisnis yang tidak aku sukai.

Ayahnya teriak lagi, Baek seung Jo! Seung Jo meletakkan sumpit, aku sudah selesai dan naik ke atas. (yeah...genius has their own problem)

Ha Ni tertegun dan ingat kata-kata Seung Jo, aku juga ingin merasakan perasaan seperti itu.

Ayah Ha Ni mengundang teman2 dekat Ha Ni untuk makan bubur Bulhap. Ini akan membuat kalian tidak akan drop out.

Ha Ni tidak bersemangat dan Bong Jun Gu menghibur, Ha Ni-ah, nikmati saja bubur buatan ayahmu dan kemudian kau tinggal jalan dengan kepala tegak, ok? (I love ya Jun Gu...)
Jun Gu tanya pada Ayah, apa ini oktopus? Ayah Ha Ni terkesan, wah kau lumayan pintar. Jun Gu berkata ia hebat dalam merasakan makanan. Ayah Ha Ni minta semua makan, ayo makan2 dan kalian akan sukses dalam ujian.
Ha Ni minta ayahnya membungkus satu porsi bubur lagi.

Ha Ni membawa bubur dan mengetuk kamar Seung Jo, Seung Jo kau sudah tidur? Buka pintunya. Ayahmu cemas dan ia terus memikirkanmu, ia tidak banyak tersenyum.

Ha Ni : Seung Jo, kau ikut ujian saja dan baru memutuskan tentang kuliah nanti. Apa yang akan kau lakukan jika kau tidak ikut ujian, Buka pintunya sebentar..
Tetap tidak ada reaksi. Seung Jo diam saja di kamarnya.

Ha Ni : Kau punya banyak kemampuan, jadi kau harus menggunakan kepalamu untuk kepentingan orang lain. Aku percaya orang yang punya banyak harus membagi kekayaan mereka. Aku misalnya, ingin membagi segalanya tapi aku tidak bisa karena aku tidak punya apa-apa.
Ha Ni menghela nafas, aku tinggalkan ini disini, ya? Makanlah sebelum dingin! Kita ketemu besok pagi!

Ha Ni meletakkan nampan isi bubur dan kado di depan kamar Seung Jo dan pergi. Perlahan Seung Jo membuka pintu kamarnya.

Seung Jo membuka kado dari Ha Ni, ternyata isinya garpu (Simbol Korea yang artinya tetap melekat atau agar sukses dan melakukan yang terbaik).

Seung Jo tersenyum dan membaca pesan Ha Ni, semangat! Baek Seung Jo yang terbaik.

Paginya, semua keluarga termasuk Ha Ni harap2 cemas menanti Seung Jo. Ternyata Seung Jo turun ke bawah, semua lega. Sayangnya Seung Jo batuk-batuk. Ibu kaget, kau demam ya? Ha Ni langsung berkata ah aku punya obat! Lalu ia merogoh kantung tasnya dan mengeluarkan obat, ini manjur sekali. Minumlah.

Eun Jo datang membawakan air. Seung Jo tersenyum dan minum obatnya. Lalu setelah minum ia tanya, obat ini tidak menyebabkan ngantuk kan?

Ha Ni baru sadar dan membaca petunjuk di bungkusnya, jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi saat minum obat...Seung Jo menghela nafas.

Ha Ni panik, ah ..lalu ia merogoh mulut Seung Jo, ayo muntahkan! Seung Jo kaget, apa-apaan kau ini! Kau ini selalu sama saja!

Ibu geli melihat Ha Ni panik dan berkata ah tidak apa-apa, kau kan kuat katanya pada Seung Jo. Ayah Ha Ni berseru, tunggu-tunggu..ini aku sudah menyiapkan makan siang khusus yang bergizi untuk kalian. Seung Jo tersenyum, terima kasih banyak. Ayah Seung Jo heran, hei bro, kapan kau menyiapkan ini? ayah Ha Ni hanya tersenyum dan berkata pada dua anak itu, semangat ya!

Ha Ni dan Seung jo jalan dan Ha ni menepuk2 pundak Seung Jo, kau membuat keputusan yang benar.
Seung Jo mengejek lagi, apa maksudmu dengan garpu itu? apa kau pikir aku ini kau?

Lalu mereka sampai di persimpangan, Seung Jo minta Ha Ni jalan dari arah berlawanan, Ha Ni mengangguk-angguk dan bicara sendiri, ah ya..jalan kita berpisah kalau sampai disini. Ah benar, Baek seung Jo harus menjalani jalannya sendiri. Lalu Ha Ni teriak, semoga sukses! fighting!

Seung Jo menoleh dan geleng2 lalu melambai sambil jalan pergi. Ha! (Seung Jo melambaikan tangan ke Ha Ni! wow kemajuan...)
Di rumah, ayah+ibu dan ayah Ha ni minum teh bersama dan merasa lega karena Seung Jo akhirnya pergi ujian. Ayah Seung Jo mengeluh anak itu tidak seperti anakku. Ibu heran, kemarin ia sama sekali tidak mau pergi, apa yang membuatnya berubah secara tiba-tiba ya?

Eun Jo duduk di mejanya sambil main, dan ia tidak bisa konsentrasi, tiba-tiba ia berkata aku merasa tidak enak..dan menghela nafas, ada sesuatu yang membuatku tidak enak...

Di ruang ujian kelas istimewa, Seung Jo berusaha keras melawan kantuk dan ia terperanjat ketika guru mengumumkan, anak2 waktu tinggal 15 menit lagi. Guru jalan ke arah Seung Jo dan heran melihat lembar jawaban Seung Jo yang masih kosong, kau belum menjawab apapun?

Seung Jo berkata saya tadi minum obat demam. Guru hanya menepuk2 bahu Seung Jo saja dan jalan. Seung jo langsung secepat mungkin mengisi lembar jawabannya.
Di kelas Ha Ni, anak2 mengikuti ujian dengan diiringi musik hehehe (ini komikal sekali)

Setelah selesai ujian, Ha Ni, Joo ri dan Min Ah santai di ruangan mereka. Ha ni menceritakan saat ia harus menghadapi para konselor, apa kalian tahu, dia seperti nenek sihir! Hei Joo ri, apa yang kau lakukan? Joo Ri berbalik dan tarra..dia pakai make-up!

Joo Ri : Hei aku mirip Ga In kan? (dari Brown Eyed Girls) lalu Joo Ri dan Ha ni menari-nari.
Joo Ri juga merias Ha Ni, Ha ni coba pakai bulu mata ini, meskipun kau tidak memakainya, bulu matamu sudah bagus, ah kau kelihatan cantik sekali.

Lalu Hong Jang Mi dkk masuk dan menyindir Ha Ni, apa kau sudah merasa kalau hidupmu sempurna dan sekarang mau menambahkan make-up? Apa kau tidak tahu, gara2 kau memberikan obat yang membuat kantuk, Seung Jo-oppa jadi tertidur saat ujian dan baru menyelesaikan ujiannya di menit2 terakhir? Apa kau masih pantas menyukainya?

Ha ni kaget dan ia merasa bersalah. Ia langsung melepas bulu mata palsunya.
Ha Ni pulang ke rumah dalam keadaan lesu dan merasa bersalah. Ah kau pasti bisa kan, bagaimanapun kau Baek Seung Jo, tapi..kalau karena obat itu..

Ha ni naik dan melihat Seung Jo di kamar mandi, dia tidak berani menegurnya dan sembunyi di balik dinding.
Paginya, Ibu Song Kang Yi membagikan hasil tes untuk beberapa siswa di kelas Ha Ni. Hampir semua tidak lulus tes masuk universitas. Lalu Bong Joon Gu..ternyata Joon Gu juga tidak lulus. Ibu Song merasa sedih. Tapi Joon Gu justru menghibur, jangan sedih seperti itu, aku sudah punya rencana untuk hidupku.
Guru Song : Benarkah?

Lalu Joon Gu juga berkata pada Ha Ni, jadi Oh Ha Ni, kalau nilaimu juga tidak bagus, jangan cemas, aku pasti akan menjagamu, ok? Teman2nya langsung ribut hahaha..
Sayangnya Oh Ha ni tidak terlalu mendengar apa kata Joon Gu, ia sibuk dengan perasaan bersalahnya pada Baek Seung jo.
Seung Jo juga menerima kertas hasil ujian dan ia terkejut. Teman2nya juga tampak ingin tahu. Guru Seung Jo heran, ada apa?
Seung Jo : Tidak, tapi melihat ini, saya pikir saya mungkin benar2 jenius. Hehehe...
Guru : Kau ini kenapa? kau membuatku takut. Sekarang tinggal interview saja. Kau akan masuk ke Univ. Tae Sang kan? Tapi sejujurnya, dengan bakatmu itu masuk Univ. Tae Sang sepertinya sia-sia, kau seharusnya masuk ke Harvard.
Lalu Guru memeluk Seung Jo, selamat, Seung Jo-yah! teman2nya bersorak.

Banzai!!! Ha Ni teriak2. Teman2nya hanya geleng kepala, kau masih bisa teriak2 meskipun nilaimu seperti itu?
Ha Ni menunduk lalu tertawa senang, bagaimana aku bisa tidak gembira? dia lulus? Hidup Baek Seung Jo! Hidup Korea!!
Di rumah, Ha Ni terus menanti telp berdering, ayo berdering..ring..ring..Ibu Baek juga ikut menunggu sambil beres2.
Lalu telp berdering, Ha ni dan Ibu langsung waspada. Ha Ni menerima telp, halo? Lalu ia menjawab, bukan..ini bukan restoran bebek panggang. Hahaha

Telp berdering lagi, Ha Ni menerimanya, dari Univ Parang ? Ha Ni sudah loncat2 senang, ternyata itu Eun Jo! dia main2 dengan Ha Ni. Membuat Ha Ni dan Ibu kesal, Baek Eun Jo! Sepertinya eun Jo mulai suka dengan Ha Ni.
Ha Ni lesu, Baek Seung Jo akan masuk ke Univ Tae Sang..lalu telp berdering, ternyata dari Min ah, ia lulus dan masuk ke Parang. Ha ni hanya bisa mengucapkan selamat. Min ah minta Ha Ni jangan menyerah.
Ha Ni terus menanti telp, hari itu adalah hari penentuan. Seung Jo masuk dan melihat Ha Ni masih menunggu telp, Ha Ni tidak mau makan. Ibu membujuknya makan buah, tapi Ha Ni menolaknya.
Ha Ni : Sepertinya aku tidak diterima, ini sudah jam 10 malam, aku tahu nenek sihir itu, ah maksudku profesor yang menakutkan itu tidak ada alasan untuk menerimaku.
Tiba2 telp berdering. Ha ni mengangkatnya, ia sudah tidak semangat, halo? ya ini saya. apa Univ. Parang? hei! Baek eun Jo! Eun Jo muncul di belakang mereka, ada apa?
Ha Ni kaget, ini bukan Eun Jo? berarti..oh Halo..ya, maaf saya pikir ini adalah telp iseng.

Parang : Baru saja ada satu siswa yang mengundurkan diri, jadi kau kami terima dengan karena keadaan istimewa.
Ha Ni : Baik2 aku akan masuk! aku akan masuk!

Ibu, Ha Ni langsung sorak sorai. Ibu memeluk Ha Ni dan Eun Jo dan gembira sekali. Di luar, Baek Seung Jo ternyata juga mendengar itu dan ia tersenyum senang. Ha!
Ayah+Ibu Baek dan Ha Ni merayakan ini di restoran ayah Ha Ni. Semua senang Ha Ni berhasil. Ayah Seung jo memberikan hadiah untuk Ha Ni, ini bukalah. Ayah yang memilihnya sendiri.
Ha Ni membuka dan ternyata mantel musim dingin merah yang bagus sekali. Ha ni langsung senang, terima kasih banyak, ini cantik sekali.

Lalu Ibu juga memberikan hadiah, Ha ni membukanya, wah tiket pertunjukan musikal, aku belum pernah menonton pertunjukan seperti ini.
Ibu minta Ha ni menunggu di depan teater, hari Sabtu jam 2:30. Jangan lupa ya. (Goong Musical)
Ha Ni dengan mengenakan mantel merahnya menunggu di depan teater. Ibu menelepon, Ha ni-ah kau dimana, ah kau sudah disana ya? aduh bagaimana ini, aku terjebak macet. Eun Jo yang bersama ibu heran, tidak macet kok. Ibu sengaja melakukan ini, agar Ha Ni bisa nonton bersama Seung Jo saja hahaha..I love ya Mom..

Ha Ni menikmati pertunjukan dan melihat ke tempat duduk kosong di sebelahnya. Ha Ni melihat pertunjukan lagi dan merasa ada orang yang duduk, ia menoleh dan tarra...it's Baek seung Jo!

Ha Ni bengong, Seung Jo menunjuk ke arah stage, ke sana lihat ke sana! Tapi Ha Ni menoleh terus, sampai Seung Jo harus memutar kepala Ha Ni ke arah panggung, Ha ni menoleh lagi. hehe (well..can't take your eyes on him, right?)

Setelah pertunjukan selesai, keduanya jalan pulang dan Ha Ni terus mencubit pipinya, ia masih tidak percaya, ini Baek Seung Jo?
Seung Jo : kenapa? apa kau mau aku mencubitnya untukmu?
(hei..seung jo, cari kesempatan!)

Ha Ni heran, kenapa ini bisa terjadi ya. Seung Jo menjawab, menurutmu?

Ibu pulang ke rumah bersama Eun Jo dan bangga, Eun Jo, ibumu ini aktris yang hebat kan? kau dengar aku di telp kan? Apa aku jadi aktris saja ya..
Eun Jo : apa ibu pikir ini karena akting ibu?
Ibu : Apa?
Seung jo masih jalan bersama Ha Ni dan Ha Ni tanya mengenai univ Tae Sang. Seung Jo berkata kenapa kau juga membahas ini, semua orang sepertinya meributkan ini.
Ha Ni berkata itu karena Seung Jo pintar, jadi pasti banyak yang bisa diraih Seung Jo. Hiduplah dengan gembira.
Seung Jo : gembira?

Ha Ni : Ya, nenek-ku selalu berkata hiduplah dengan gembira. sehingga kau membuat orang di sekitarmu gembira. kalau kau masuk Univ. Parang, aku akan membuat hidupmu gembira.
Lalu keduanya ada di depan mesin boneka, dan Seung Jo berusaha mengambil satu untuk Ha Ni. Ternyata bisa! wei...keren..hehe..Ha Ni sorak sorai, lalu langsung diam ketika Seung jo melotot padanya.
Seung Jo melempar boneka itu. Ha Ni berseru, hei..kau tidak mengambilnya.

Seung Jo berkata Apa aku mengambilnya untuk dimainkan? hehehe..itu terjemahannya : Seung Jo ingin memberikan hadiah untuk Ha Ni sebagai tanda lulus.
Ha Ni senang sekali dan langsung mengambilnya.

Ketika mereka akan jalan lagi ada yang teriak2 memanggil Ha Ni, Ha ni-ah! ternyata Bong Joon Gu bersama rombongan Bye Bye Sea-nya ^_^
Ha Ni, seung Jo, dan Joon gu minum bersama. Joon gu kaget sekali saat mendengar Ha Ni habis pergi nonton drama musikal bersama Seung Jo. Ini membuat kepalaku sakit.

Joon Gu : Apa dia mencoba mendekatimu?
Ha Ni : Mendekati?
Joon Gu : Iya, apa saat pertunjukan dia mencoba memegang tanganmu, kau tahu pura-pura makan popcorn atau sebagainya..(Joon Gu, seung Jo sudah lebih dari itu hehehe)

Seung Jo hanya mencibir mendengar itu dan Ha Ni berkata tidak, di pertunjukan musikal, tidak makan popcorn.
Joon Gu : Oh, benarkah? Lalu kalian makan apa? Oh! dia membelikanmu boneka?
Ha Ni berkata tidak, Seung Jo mendapatkannya untukku. Dari mesin disana itu. Ini hadiah untuk kelulusan.

Joon Gu panas dan melempar boneka itu, boneka jelek, kenapa dia memberi hadiah murahan seperti ini. Lagipula apa susahnya mendapat boneka dari mesin? semua juga bisa.
Ha Ni : tidak semua orang bisa melakukannya.(ada satu yang tidak bisa : Gu Jun Pyo ^_^)
Seung Jo sepertinya panas juga hahaha..dia remas gelas kertasnya dan melemparkannya ke tong sampah dekat situ, dan...masuk!
Ha Ni langsung kagum, hei apa kau lihat itu? keren!

Joon Gu panas, apa susahnya, dia langsung melakukan hal yang sama, tapi dengan balik badan, dan...masuk!
Seung Jo kesal (dalam hati : mau nantang?), lalu berdiri dan mengambil kaleng minuman di meja sebelah, setelah mengukur jarak, dia melempar kaleng itu ke udara dan menendangnya sambil berputar, dan...masuk!
Ha Ni terpana karena kagum. Seung Jo jalan pergi sambil nyengir. Tapi Joon Gu tidak terima, hei! kau mau kemana?
Seung Jo berhenti. Joon Gu berdiri, lihat ini. Lalu ia mengambil gelas kertas, meremasnya dan menendang dengan gaya salto. Then...gubrak!
Joon Gu jatuh terjengkang. Anggota Bye-bye sea langsung mengerubuti Joon Gu,
dan Ha Ni ngakak. Seung Jo hanya tersenyum geli dan puas.
Joon Gu masih tidak terima dan ia mencoba lagi, lihat ya..lihat ini...(yeah boys will be boys..)
Ha Ni tiba-tiba berpikir, ah ini seperti dalam film, lalu ia berkhayal. Ha Ni adalah seorang putri yang dikejar oleh Ksatria Joon gu,
tapi Putri Ha ni tidak bisa memberikan cintanya untuk Ksatria itu.
Muncul Ksatria Seung Jo yang menyelamatkannya. Hahaha konyol. Seung Jo bahkan berkata :
Seorang pengecut mati berkali-kali, tapi cinta hanya mati sekali. Bukan kematian jika aku mati untukmu, tapi itu cinta..(yai!)

Kemudian keduanya bertempur. (Hyun Joong lincah juga hehe..mungkin krn sering dance) Kemudian dalam satu serangan, Ksatria Joon Gu akan menebas Ksatria Seung Jo.
Putri Ha Ni panik dan merentangkan tangan, jangan!
Lalu kembali ke alam sadar. Seung Jo bengong melihat Ha Ni, apa lagi ini?

Ha Ni sadar semua melihatnya, ia malu juga dan pura-pura olah raga, satu..dua..satu..dua.

Paginya, Seung Jo siap berangkat ke Univ. Tae sang dan semua keluarga memberi semangat. Ayah Ha Ni berkata jangan kecil hati meskipun ada yang kasar padamu (ayah Ha Ni ini keren ei..). Ayah Seung jo berkata lakukan yang terbaik. Ibu dan eun Jo juga memberi semangat.
Seung jo berangkat dan semua lega. Tapi Ha Ni langsung masuk dan mengenakan baju hangatnya. Mau kemana?

Ha Ni : hatiku tidak tenang, aku harus memastikan kalau dia masuk ke ruang ujian.
Eun Jo merengut, ini benar2 mengkhawatirkan..

Seung jo jalan tapi ia tahu kalau Ha Ni menguntitnya. Seung Jo pura-pura tidak tahu dan senyum simpul.

Ha Ni menyeberang jalan dan menjatuhkan bonekanya. Ketika sampai seberang, Ha Ni baru sadar kalau bonekanya hilang.

Ha Ni melihat bonekanya masih di zebra cross, tapi Seung Jo hampir menjauh, Ha Ni panik, dan ia melihat lampu berubah menjadi hijau...
Seung Jo jalan terus. Tapi terhenti tiba-tiba karena suara benturan dan beberapa anak sekolah menunjuk, eh lihat! gadis itu tertabrak mobil! Seung Jo terkesiap dan menoleh dengan ketakutan.
Ha ni dibawa ke RS. Ayahnya menunggu Ha Ni sadar sambil menangis terisak. Ayah dan Ibu Seung Jo juga ada. Ibu teriak, ah Ha Ni sadar.


Semua merubung Ha Ni, kau tidak apa-apa? Ha Ni tanya ini dimana? RS.

Ibu : Kau kecelakaan.
Ha Ni masih menanyakan Seung Jo dan lega ketika mendengar kalau Seung Jo sudah ke Universitas. Ah..itu melegakan.

Tapi tiba-tiba Seung jo muncul di pintu kamar Ha Ni. Membuat semua kaget, kau datang?

Semua terperangah. 





   

Senin, 13 Juni 2011

Sinopsis Playfull Kiss (eps 4 )

Joo Ri dan Min Ah ingin sekali melihat rumah Seung Jo, mereka hanya diijinkan Ha Ni untuk mengintip dari luar. Ha Ni sudah panik, ayo cepat, bahaya kalau Baek Seung Jo pulang. Cepat!

Tapi justru kedua teman-nya ingin tahu mana kamar Ha Ni, ah pasti di sebelahnya adalah kamar Seung Jo.
Ha Ni : Kumohon, aku mohon, cepat pergi.

Tapi belum juga berhasil membujuk kedua teman-nya pergi, Ibu muncul, Ha Ni sudah pulang? Ah mengapa kau tidak masuk. Apa mereka temanmu?
Kedua teman Ha Ni mengenali ibu, ah pizza itu...Ibu langsung senang sekali dan mengajak mereka semua masuk.

Ha Ni ketakutan oh tidak..tapi Ibu sepertinya senang dengan teman2 Ha Ni dan bahkan menyajikan ice cream strawberry, ayo makan dulu sebelum pergi. Ini kaya pesta minum teh anak2 perempuan hehehe
Seung Jo pulang dengan kesal dan marah dengan rumor yang beredar, apalagi melihat kedua teman Ha Ni, kalian semua tampaknya sangat senang disini.
Ibu : Ah kau sudah pulang anakku.
Seung Jo ngamuk : Tidak cukup menyebarkan gosip, kau juga membawa orang pulang ke rumah?

Ha ni pusing menjawabnya dan Ibu berkata dia yang mengajak mereka masuk. Ibu juga berkata semua menyukainya tidak-kah ini bagus? Anak2 ini tanya apa aku ibumu atau justru kakakmu.

Seung jo marah pada Ha Ni, Oh Ha Ni, apa kau menguji kesabaranku? Aku sudah bilang jangan mengganggu-ku, berhenti mencampuri kehidupanku.
Ibu : Aku yang mengambil gambarnya. Aku juga yang menyelipkan-nya di buku. Mengapa kau jahat sekali pada Ha Ni?

Seung Jo : Ibu, kau juga! Tolong tutup blog ibu segera!
Ibu : Apa? Apa hakmu ikut campur dalam hobi dan kesenangan ibu?

Seung Jo mengeluh itu membuatnya tidak nyaman. Seung jo marah dan langsung naik ke atas.

Joo Ri dan Min Ah merasa tidak enak dan mereka pamit pulang. Ibu menahan mereka dan ingin mengajak makan malam tapi keduanya menolak, mereka tidak enak. Ibu punya usul lagi, akhir pekan ini mereka akan ke pantai dan kita pergi bersama ya!
Semua : Apa?
Ha Ni berkata ia takut ketinggalan pelajaran tapi Ibu berkata tidak apa-apa. Kita semua akan bersenang-senang.
Bong Joon Gu menelepon ayahnya, kumohon, kumohon, jangan tanya apa alasan-nya tidak-kah kau membantuku saja?
Ayah Bong : Mengapa? apa kau mengacau lagi?
Joon Gu : Tidak
Ayah : Apa kau sakit?
Joon Gu : Tidak
Ayah : Baiklah berapa memangnya dan untuk apa uang itu?
Joon Gu : Seribu, dua ribu, tidak tiga ribu.
Ayah : Tiga ribu?
Joon Gu : Anggap saja itu sebagai uang muka pernikahanku kelak.

Ayah Joon Gu akhirnya bersedia transfer 3000 Won, Joon Gu sangat berterima kasih. Lalu Ayah tanya sebenarnya untuk apa? TApi kemudian ayah Joon Gu berubah pikiran dan marah apa kau pikir aku ini pencetak uang, kau ingin menyewa rumah segala, ayo pulang, semua orang di rumah mencemaskanmu.

Joon Gu mendapat nasihat cinta dari seorang paman dan ia bertekad untuk memenangkan Ha Ni kembali. Joon Gu berkata pada dirinya, Bong Joon Gu apa kau pernah serius dalam cinta sebelumnya, sampai sekarang kau belum mengaku pada Ha Ni. Bahkan jika kau mengaku dulu, apa akan terjadi perubahan?
Di rumah Seung Jo.
Seung Jo : Dengar, ada yang aku benci lebih dari apapun di dalam hidup. Yaitu kalau orang seperti dirimu dengan otak kecil, tidak tahu situasi, bahkan tidak mengerti dengan jelas, dan bertingkah seolah-olah kau tahu, merengek dan mengganggu orang. Jangan membuatku mengulang kata-kata yang sama lagi.
Ha Ni jadi sedih dan menangis di kamar-nya. Ha Ni berpikir ia tidak menangis saat surat cintanya dibaca di depan umum, tapi sekarang mengapa ia tidak bisa menahan air matanya.

Seung Jo di jendela dan ia bisa mendengar Ha Ni menerima telp dari teman-nya dan berkata kalau ia tidak apa-apa, Ha Ni berkata Seung jo mungkin salah paham dan jika Ha Ni itu Seung Jo maka ia juga akan melakukan hal yang sama.

Seung Jo mendengar pembicaraan itu dan ia sedikit melunak.

Paginya, Ibu bersama Joo Ri dan Min Ah siap2 akan ke pantai. Seung Jo turun dan ia bengong, apa yang terjadi? Ibu berkata pada Seung jo ayo siap, kita akan segera pergi.
Seung Jo : Pergi? kemana?
Ibu : Kami memutuskan untuk pergi camping 2 hari 1 malam.

Seung jo tidak bisa menolak ketika Ibu memaksanya ikut, worse..Ayah Oh menekan interkom dari luar dan Ha Ni melihat ke interkom, ternyata Hong Jang Mi juga ikut! astaga...
Eun Jo juga, ia bahkan harus "diculik" oleh ayahnya sendiri bwa hahaha..
Eun Jo ke Seung Jo: Hyung, aku diculik. Ketika aku bangun, aku sudah ada dalam mobil.
Mereka lebih suka ke sekolah daripada ke pantai, langka ya...

Bong Joon Gu masuk ke kelas dan bingung, apa yang terjadi? mengapa semua tidak ada? Joon Gu mencari gurunya dan tanya mengenai Ha Ni dkk.
Guru Song berkata kalau mereka semua pergi main ke pantai, kenapa? kau cemburu ya?

Joon Gu : Guru, apa kau tidak tahu betapa bahayanya dunia sekarang ini? Bagaimana gadis2 itu pergi ke pantai sendirian?
Song Kang Yi : Tidak sendirian, Baek Seung jo dan keluarganya juga pergi.
Joon Gu : Baek..Baek..Baek Seung Jo??

Bong Joon Gu stress, bagaimana bisa mereka pergi begitu saja, lagipula untuk 2 hari 1 malam! aku tidak tahan!
Bong Joon Gu bertekad ia harus menyusul mereka, ia menuju kantor wakil kepala sekolah dan berkata ada yang darurat, barusan aku dapat berita kalau bibiku kecelakaan (astaga ini anak..), mereka ingin aku segera datang.

Akhirnya Bong Joon Gu mendapatkan pinjaman skuter wakil KepSek dan ia menuju ke pantai dengan nyengir hahaha

Di lampu merah, ada seorang gadis yang mendekatinya, oppa, oppa, mampirlah kapan-kapan. Ternyata itu iklan tempat pijat dan gadis itu memberikan pemantik sebagai suvenir.
Joon Gu mengambilnya dan memasukkan pemantik itu begitu saja di kantung-nya.
Keluarga Baek dan Oh berangkat dengan mobil camping besar dan dalam perjalanan Jang Mi menyarankan untuk karaoke, tapi Ibu yang tidak menyukainya menolaknya. Lalu Ha Ni menyarankan main game kata-kata. Game kata dimana kata pertama kalimat berikutnya adalah kata terakhir dari kalimat yang diucapkan orang sebelumnya.
Yang kalah dihukum menulis nama dengan pantatnya. Ibu merasa itu usul yang bagus.

Giliran Ha Ni, ia harus membuat kalimat yang terdiri dari 4 kata dengan awalan baek, jadi Ha Ni langsung berkata Baek Seung Jo, jjang! (Baek seung Jo terbaik)
Seung jo mencibir : Kau memang ingin mengatakan itu kan? jadi kau menyarankan main game kata2.
Ha Ni : Tidak, apa kau gila? aku mengatakannya karena tidak ada yang bisa kukatakan.

Akhirnya mobil mereka sampai di pantai. Di sana sudah banyak mobil camping yang parkir untuk menghabiskan akhir pekan. Semua ganti baju dengan baju pantai.

Hong Jang Mi mengenakan bikini dan Ha Ni mengenakan swimsuit lucu yang girly tapi cute. Ibu memuji Ha Ni, kau kelihatan polos dan cantik seperti ini. Seung Jo, Ha Ni cantik kan? seperti ini seharusnya gadis SMU terlihat.
Seung Jo : ya dia seperti gadis SD
Teman2 Ha Ni sebal dan mereka memuji-muji Ha Ni, lalu Seung Jo berkata aku hampir lupa. Kau perlu ini, kan?

Apa ini? tanya Ha Ni . Seung Jo : Kaus kaki hahaha...
Ha Ni kesal minta ampun, ia murka dan memandang Seung Jo dengan sadis lalu mengatakan sesuatu yang familiar untuk-ku (mirip yang dikatakan oppa-nya hehe) : Aku akan menyingkirkan orang itu hari ini dan kemudian akan pergi ke neraka. (Noona maafkan aku, aku tidak akan berhenti, setelah aku selesai dengan semuanya, aku akan menerima hukumanku)
Ha Ni teriak : Yahh!! lalu mengejar Seung Jo tapi ia terpeleset dan Seung jo ingin menolongnya, kau tidak apa-apa..?
Tapi ketika melihat ekspresi Ha Ni, Seung Jo ambil langkah seribu

Ha Ni bangun dan mengejar lagi, lalu jatuh lagi, Seung Jo tanya kau tidak apa-apa dan lari lagi. Seung Jo : Aku hanya bermaksud kau pakai kaus kaki!
Ha Ni : Hei kau! dan ia mengejar Seung jo lagi, cute.

Sementara itu, Bong Joon Gu mengalami kesulitan dengan skuter milik wakil KepSek. Joon Gu bingung, ada apa? Apa baterainya mati? Aduh sudah hampir sampai, apa karena tidak ada gas-nya? Apa yang harus kulakukan, aku tidak membawa uang.
Joon Gu ingin tahu apa tangki bahan bakarnya kosong, tapi terlalu gelap dan ia tidak bisa lihat, lalu Joon Gu mengambil pemantik dari kantungnya, lalu menyalakan-nya....Bum!

Maka meledak-lah skuter sang wakil KepSek bwa hahaha...

Jang Mi main bola bersama Eun jo dan ia sok akrab dengan Seung jo. Membuat Ha Ni dan kedua rekannya sebal. Hong Jang Mi itu persis sekali dengan lalat, terbang ke sana dan kesini.
Ibu memanggil untuk makan semangka. Saat Ha Ni akan ikut, Baek Eun Jo mengejeknya, hei Bong Ha Ni!

Ha Ni : Apa? Anak kecil, diam kau!
Eun Jo : Bong!
Ha Ni kesal dan mengejar Eun Jo, hei Baek Eun Jo kesini kau! Keduanya kejar2an lalu Eun Jo ada di tepi air, ayo tangkap aku masuk! kau bahkan tidak bisa berenang.

Ha Ni berhenti di tepi pantai, ia takut karena memang tidak bisa berenang, ia cuma teriak2 Hei Baek Eun Jo! tunggu ya sampai kau keluar dari air!

Tiba2 Eun Jo kehilangan keseimbangan dan hampir tenggelam, ia menggapai-gapai dari dalam air. Awalnya Ha Ni mengira Eun Jo akting tapi ia sadar Eun Jo dalam bahaya. Ha Ni tidak bisa renang maka ia teriak memanggil Seung jo.
Sayangnya Seung Jo tidak memperhatikan dan tidak ada yang menyadari panggilan Ha Ni. Akhirnya dengan memberanikan diri, Ha Ni nekad masuk ke air dan berusaha menyelamatkan Eun Jo.
Sementara Ibu heran mengapa Ha Ni dan Eun jo tidak makan semangka. Seung Jo melihat keduanya main di air dan tangan Ha Ni melambai-lambai, Seung jo geli, mereka memiliki kecerdasan mental yang sama, ini yang disebut polos.

Tapi kemudian ia sadar, mereka benar dalam bahaya. Seung jo segera melepas iPodnya dan lari secepat mungkin ke arah Ha Ni dan adiknya. Min Ah lari di belakang Seung Jo. Ibu dan Jang Mi juga Joo Ri menyusul, Ha Ni, Ha Ni, Eun Jo..
Ketika sampai di tepi pantai, Min Ah sudah membawa Eun Jo ke tepian. Eun Jo memuntahkan air, dan ibu sangat mencemaskan-nya. Sementara Seung Jo membantu Ha Ni.
Keduanya jatuh di pasir dan Ha Ni langsung memeluk Seung jo dan menangis tidak terkendali, ia ketakutan. Ha Ni takut air dan ia tidak bisa berenang.

Malamnya, suasana sudah tenang. Kedua keluarga mengadakan BBQ, Ibu minta Seung Jo memberikan air pada Ha ni. Jang Mi ingin memberikan-nya tapi ibu melarang, tidak perlu, kau bisa terus memanggang daging, Jang Mi (how I love you Mom hehehe)

Ayah Ha Ni berkata ia ketakutan sekali, melihatmu berjuang dengan nyawa di depanku, sementara aku terkubur di pasir.

Ha Ni menghibur tapi aku keluar dengan cepat, jadi tidak apa-apa. Ayahnya berkata bagaimana tidak apa-apa, aku tidak bisa gerak saat di dalam pasir. Saat itu aku sadar kalau itu adalah neraka.
Ha Ni : Aku minta maaf ayah.
Seung jo datang : Kau mau air?
Ayah OH : Seung jo aku harus berterima kasih padamu. Jika bukan karena kau, aku benar2 tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.

Bukan apa-apa kata Seung Jo. Ayah bangkit dan berkata aku akan membuat makan malam yang enak sebagai ucapan terima kasih dan pergi.

Seung jo : Kau tidak bisa berenang tapi kau bahkan tidak takut?
Ha Ni : Lalu apa yang harus kulakukan? aku teriak, tapi tidak ada yang mendengar.
Seung Jo : Kau benar2 pembuat masalah, sejak pertama aku bertemu denganmu, hariku tidak pernah tenang.
Ha Ni : Mengapa kau memarahiku lagi?
Tiba-tiba terdengar jeritan dari arah perkemahan, Bong Joon Gu tiba, mukanya gosong akibat ledakan skuter dan acak2an, ia langsung tanya, dimana Ha Ni-ku, dimana dia?

Sudah waktunya tidur, semua lelaki tidur di tenda kecuali Eun jo yang dibawa ibu di mobil. Eun jo mulai menghargai Ha Ni. Kedua ayah senang sekali dan asyik ngobrol dalam tenda mereka.

Sementara Ji Hoo sunbae..eh Seung Jo duduk di luar main gitar. Bong Joon Gu datang dan duduk di sebelahnya, ia memandang Seung jo.

Seung Jo : Apa?
Joon Gu : Kau bahkan tahu bagaimana memainkan gitar?

Joon Gu sudah meminjam baju Seung Jo dan ia berkata ia mendengar kalau Seung Jo menyelamatkan Ha Ni. Aku seharusnya datang lebih awal, harga diriku terluka.

Seung Jo : Apa kau datang kesini karena Oh Ha Ni?
Bong Joon Gu membenarkan, meskipun kau anak jenius, kau tetap saja pemuda berdarah panas, siapa tahu kau berubah menjadi hewan buas. Tentu saja aku harus ada dan melindunginya.

Seung Jo ketawa geli dan ia berkata kalau begitu mengapa Joon Gu tidak pindah saja ke rumahnya?
Joon Gu : Apa kau punya kamar kosong? Jangan macam2 dengan-nya, ingat saja aku mengawasimu.
Seung Jo : Kau sangat menyukai Oh Ha Ni ya?
Joon Gu : Oh hei..kau tanya langsung ..aku hanya ..ingin membuatnya bahagia, itu adalah impianku.
Seung Jo : Kau lakukan saja. Kalian serasi, kau dan Oh Ha Ni.

Joon Gu senang sekali, hei Baek Seung jo, kita berteman yuk! Seung Jo : tidak. Joon Gu menjawab ya sudah, buat apa berteman denganmu, aku sudah punya Ha Ni.

Ternyata Oh Ha Ni ada di balik mobil, dan dia mendengar pembicaraan mereka, Ha Ni tampak patah hati ow...

Kembali ke sekolah, semua stress dengan ujian masuk universitas. Mereka berharap bisa masuk ke PT yang mereka inginkan.
Ha Ni berkata mereka pasti bisa jika mereka kerja keras.

Joo Ri : Ini adalah kepercayaan diri dari orang yang masuk 50 besar dalam satu minggu?
Kedua teman Ha Ni main ke kamar Ha Ni dan mengagumi kamar itu. Mereka menemukan daftar "impian" Ha Ni yang ingin dilakukan-nya dengan Seung Jo, yaitu :
1. Namsan Tower (Kim Sam Soon, BBF, dll)
2. Ciuman di tempat yang banyak orang (Goong)
3. Jalan di jalan kecil yang indah sambil bergandengan tangan (tidak terhitung, hampir di semua drama)
4. Bicara di telp sepanjang malam (Coffee Prince)
5. Menikah

Ha Ni protes, hei! Joo Ri : buku ini penuh dengan Baek Seung Jo.
Teman2 Ha Ni mulai menggosipkan Seung Jo, dulu kupikir Seung jo itu kurus, tapi setelah pulang camping, aku sadar ia benar2 pria. Dia sepertinya olahraga. Otot punggungnya kelihatan kencang.

Ha Ni minta teman2nya konsentrasi belajar, tapi ketika mereka mengalami kesulitan, kedua rekan Ha Ni minta Ha Ni membujuk Seung Jo untuk mengajari mereka.

Ha Ni menolak masuk kamar Seung Jo, tapi kedua teman-nya langsung mengetuk kamar Seung jo dan menyorongkan Ha Ni. Ha Ni membujuk Seung Jo, tolonglah, temanku dan aku kesulitan dengan soal ini, kami punya jawaban tapi tidak tahu prosesnya hanya semenit kumohon, tidak 30 detik saja.

Seung Jo : Tidak
Ha Ni : Mengapa?
Seung jo : Biarpun cuma 30 detik itu membuang waktu.
Ha Ni : 30 detik itu menentukan nasib kami. ayolah sekali ini saja.
Akhirnya Seung Jo menjawab, mana soal yang sulit itu? Ha Ni menunjukkan-nya, dan Seung jo langsung mengerjakan dengan waktu 30 detik! Benar2 30 detik, membuat Ha Ni terkesima...

Teman2 Ha Ni kagum dan mereka maju ke soal berikutnya, tapi kesulitan juga, Ha Ni ke kamar Seung Jo lagi untuk tanya, permisi...satu soal lagi. Ha Ni terus saja bolak balik dan akhirnya Seung Jo kesal karena sudah waktunya tidur.

Seung Jo teriak pada Ha Ni, kembali lagi 15 menit! Ha Ni keluar dan menunggu. Teman2 Ha Ni membujuk, masuklah dan lihat. Ha Ni takut, tidak, aku takut.
Seung jo keluar dan melempar buku ke arah Ha Ni, ia teriak, sekarang jangan masuk ke kamarku lagi!

Mereka melihat buku soal dan wow..semua sudah dikerjakan oleh Seung Jo..ckckck

Paginya, semua teman sekelas Ha Ni terpesona dengan penyelesaian Seung Jo dan mereka berkata pasti bagus kalau dia bisa menjadi tutor kita. Benar, ayo ke rumahnya akhir pekan ini.
Ha Ni : Apa?
Teman2 Ha Ni : Aku juga Ha ni, aku ikut belajar ya
Bong Joon Gu masuk dan kesal, apa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak punya harga diri? Dia menolak ikut. Tapi pengiringnya mau ikut, Joon Gu hanya mendesah saja.

Baek Seung Jo pulang ke rumah dan tertegun apa ini, hei, hei, 5,4,3, mengapa ada banyak sepatu?
Baek Seung Jo masuk dan terkejut, seluruh kelas 7 kecuali Joon Gu memberi hormat, halo, guru. Ibu Seung Jo senang sekali karena anaknya jadi banyak teman.

Seung Jo : Ibu, mengapa mereka ke sini?
Ibu : semua datang mencarimu.
Seung Jo tidak mau dan berkata ia lelah. Semua memohon dan mereka menarik Ha Ni yang sembunyi di balik sofa karena takut, akhirnya Ha Ni keluar dan memohon juga.
Ha Ni : sekali saja, selamatkan kami kelas 7, kami tidak akan melupakan kebaikanmu selama hidup kami, kami tidak akan melupakannya, kami mohon.
Bagaimana kau bisa menolaknya Baek Seung Jo! hehehe. Seung jo akhirnya mengajar mereka semua di ruang tamu.

Seung Jo mengajar Fisika, hukum Newton, ada benda berat 20 kg diletakkan di permukaan air. Ditambah gaya 10 N, maka akan menghasilkan 4 N gesekan. Di saat itu, berapa maksimum percepatan/akselerasi yang bisa dicapai benda itu?



Seung Jo : Untuk soal ini, kita harus menggunakan rumus F = m.a,
Seung Jo : Apa arti F disini?

Anak2 : Force/kekuatan/jumlah gaya-gaya pada benda
Seung Jo : m adalah massa, dan a adalah akselerasi atau percepatan. Yang kita inginkan adalah a-nya, jadi a sama dengan F/m, dengan 10 N gaya dan 4 N gesekan, maka total gaya adalah...

Pelajaran selesai, anak2 pulang dan ibu baru akan menyiapkan makan malam ketika ia mendapat telp, lalu Ibu panik, oh apa yang harus kulakukan, apa yang akan kulakukan..
Ibu lalu berkata pada Seung jo dan Ha Ni kalau ia dan Eun Jo harus segera pergi, kalian jaga rumah ya, dan siapkan makan malam sendiri.

Eun Jo heran mengapa kakak-nya tidak pergi? Ibu berkata karena kakakmu harus belajar, ia sudah kelas tiga sekarang. Ibu juga melarang Ha Ni keluar rumah.
Ibu bergegas pergi. Meninggalkan kedua anak SMU itu di rumah, sendirian.
Ibu minta ayah pergi ke restauran ayah Ha Ni saja. Hahaha..oh ibu ini..
Seung Jo akan keluar beli makanan tapi Ha Ni berkata ia bisa mask, bagaimanapun ia putri Oh Gi Dong.
Ha Ni berusaha menyiapkan makan malam : Hawaian Loco Moco

Ha Ni : Panggang daging di atas wajan, tuangi dengan saus, lalu tutup dengan telur..kelihatan-nya gampang.
Ternyata Ha ni mengacaukan-nya lagi, dagingnya gosong dan dapur Ibu Baek berantakan, hahaha..
Seung Jo turun, hei mana makan malam-ku? ia lapar berat. Dan terkejut melihat kondisi dapur, apa yang terjadi?

Ha Ni senyum kecut, aku sedikit menggosongkan-nya.
Keduanya lalu duduk makan, Seung Jo mengangkat dagingnya (yang dibentuk hati!) apa ini?
Ha Ni : Hawaian loco moco
Seung Jo : Hawai..apa?? kau bilang ini sedikit gosong?

Seung Jo memutuskan untuk turun tangan dan membuat makan malam-nya sendiri. Seung Jo mengocok telur, menuangkan sebagian telur ke wajan, setelah setengah beku, Seung jo memasukkan nasi bumbu,
dan ia membalik wajan (jadi tidak perlu menggulung)...voila nasi bumbu bungkus telur siap..ckckck
Seung Jo meletakkan nasi bungkus telurnya dan Ha Ni mencicipi masakan Seung Jo, wow..ini enak sekali, kau hebat sekali, seperti yang disajikan di restauran, bagaimana telurnya bisa lengket dengan bagus, dan kau menyiapkan dengan cepat, bahkan kurang dari 30 menit.
Seung jo : Karena aku punya otak yang bagus.
Ha Ni : Apa?
Seung jo : Kau harus punya otak pintar untuk memasak.

Ha Ni percaya, kalau demikian ayahku juga pasti pintar, dan Bong Joon Gu juga. Seung Jo sedikit berubah air mukanya, apa Joon gu pintar masak?

Ha Ni berkata iya, Bong Joon Gu pintar sekali masak, saat festival, ia bahkan membuat kue beras bumbu dan ubi karamel untuk dijual, enak sekali!
Seung Jo cemburu : Hei! kue beras tidak tergolong masakan.
Ha Ni : Itu jenis yang lebih sulit dibuat, lebih sulit karena harus menyesuaikan dengan selera semua orang. Ubi Karamel-nya juga..yang bagian luar krispi sementara di dalam juicy, bukankah biasanya lengket dan...

Seung Jo sebal : Apa kau sudah selesai makan? dan langsung mengambil piring Ha Ni.
Ha Ni protes, aku baru makan sesendok..Seung Jo tidak mau tahu dan langsung beres2 hehehe

Sementara itu, Ibu mengajak semua ke noraebang/karaoke. Ibu sepertinya ingin memberi Ha Ni dan Seung Jo lebih banyak waktu berdua.

Ha Ni di kamar dan siap untuk belajar karena ada test bahasa Inggris. Ha Ni merasa meskipun Seung Jo selalu bertengkar dengan-nya, tapi ia masih membantuku.
Ha Ni mencari buku Inggris-nya. Lalu ingat buku itu ketinggalan di kamar Seung Jo.
Ha Ni panik karena di dalamnya ada rencana "masa depan" dengan Seung Jo.
Ha Ni : dia tidak boleh melihat itu, sangat memalukan.

Ha Ni mengendap-endap dan masuk ke kamar Seung Jo. Ha Ni melihat Seung Jo sudah tidur, oh yah, dia sudah tidur, anak baik. Dimana ya?

Ha Ni sudah menemukan bukunya dan akan keluar kamar ketika tiba-tiba Baek Seung Jo bangun dan meraih pergelangan tangan Ha Ni.

Seung Jo : Apa yang kau lakukan? jadi seperti kucing liar?
Ha Ni : Tidak, aku kesini mencari sesuatu.
Seung Jo : Kau ingin aku percaya apa katamu? Saat tidak ada orang dan hanya kita berdua saja di rumah, kau dapat yang kau cari?

Ha Ni : Tidak aku benar-benar..
Seung jo menarik Ha Ni ke tempat tidurnya dan menahan Ha Ni. Bong Joon Gu berkata bagaimanapun aku ini pria usia 19 th yang berdarah panas.

Ha Ni panik : Apa, ada apa denganmu?
Seung Jo : Ada apa? Bukankah kau masuk ke sini karena kau ingin ini terjadi?
Ha Ni ketakutan : Apa? Bukan
Seung Jo : jadi bagaimana jika begini, sekarang di dalam rumah ini bukankah hanya ada kita berdua saja?
Ha Ni : Seung Jo..ada apa denganmu? Seung Jo..

Cr : ~ Ce_EviLKyu ~